20 September 2015

Surat Kecil Untuk Jerry

Terkadang beberapa orang datang ke dalam kehidupan kita, meninggalkan jejak pada hati kita, dan karenanya kita akan selamanya menjadi orang yang berbeda.

Begitu juga dengan Jeremia Kurniawan. Seorang teman, juga sekaligus saudara gue.

Gue masih ingat pertama kali gue kenal dengan Jerry (nama panggilannya) ketika duduk-duduk di depan aula sekolah sewaktu SMP dulu. Itu pun kalo nggak dikenalin sama Eddrick, mungkin gue nggak bakal tau kalo dia saudara gue.

Di mata gue sebagai seorang teman, Jerry merupakan sosok yang random. Ceria, terkadang sok stay cool, kadang jail, pokoknya spesies teman yang patut dilestarikan.

Masih seperti minggu lalu, gue masih ingat kita pernah jualan bareng sewaktu SMP. Waktu itu gue sampai bikinin blognya, namanya Bah Bah Shop. 'Bah Bah' mungkin terdengar seperti toko yang menjual alat-alat untuk mbah-mbah, tapi sebenarnya yang kami jual flash disk, headphone, dan aksesoris komputer lainnya.

Juga masih seperti kemarin, mendengar Jerry memanggil nama gue sebagai sapaan balik, ketika gue menyapa dia yang sedang duduk di depan kelasnya.

Tapi, tiba-tiba aja, kemarin gue membaca namanya tertera dengan jelas di grup line,

"Temen-temen mohon dukungan doa nya untuk temen kita Jeremia Kurniawan, semalem meninggal karena kecalakaan di derah Pakuon Surabaya."

Kaget. Jelas.

Teman mana yang nggak kaget ketika mendengar bahwa teman yang selama ini masih sering bertatap muka tiba-tiba pergi begitu aja.

Ya. Teman gue, saudara gue, Jeremia Kurniawan telah tiada setelah mengalami kecelakaan (yang menurut gue cukup tragis) lusa malam.

Hari ini jenazahnya sudah sampai di salah satu rumah duka di Lampung dan besok akan dikuburkan.

Di bawah ini gue beberapa patah kata untuk Jerry. Semoga aja dia bisa baca apa yang gue tulis.


***
Jakarta, 20 September 2015
Untuk saudara gue,
Jeremia Kurniawan
Di Surga sana

Hoi Jer! Apa kabar?

Baru aja kita nggak ketemu beberapa bulan, eh, tiba-tiba lu udah pergi aja ke dunia yang lain. Padahal gue baru aja mau malakin lu ang pao, imlek nanti.

Gimana keadaan lu disana sekarang? Pastinya disana enak banget ya tempatnya? Banyak ceweknya nggak? Pastinya disana juga nggak panas kayak di Jakarta, kan? Ya, gue ikut seneng deh kalo lu seneng.

Karena mungkin setelah ini kita akan nggak ketemu dalam waktu yang sangat lama dan pastinya akan susah ngomong sama lu, gue mau ngucapin thanks banget udah mau jadi temen sekali saudara gue, thanks untuk apa pun pertolongan yang pernah lu berikan ke gue, dan yang pastinya gue minta maaf kalo gue ada salah ke lu selama ini. Gue sayang sama lu kok Jer. Sayang sebagai seorang teman dan keluarga ya. Plis, gue bukan homo.

Ya, pokoknya, sehat-sehat deh lu disana. Jangan maen drum keras-keras disana, nanti kena oceh lagi lu hahaha.

Oh, iya, jangan pernah lupa sama gue sampai kita ketemu lagi nanti. Gue juga pasti bakalan inget-inget lu terus.

Ya, udah deh Jer. Sekian surat dari gue ini. Have a good day ya disana! Titip salam untuk o-om Jesus ya.

Sampai jumpa lagi Jer! Sampai jumpa di dunia lain, di kehidupan selanjutnya, suatu hari nanti. Janji ya!

Saudara lu,
 Teddy Wijaya Harlim

***

Ini bukan sebuah pesan perpisahan. Karena gue yakin, kita akan bertemu lagi suatu saat nanti. Pasti.

Kita cuma nggak akan ketemu dalam waktu yang sangat lama. Itu aja.

Karena perpisahan yang sesungguhnya terjadi ketika kita tidak mengingat lagi siapa orang yang meninggalkan kita.

Mungkin Jerry pergi dari genggaman tangan kita, dari pandangan kita, dari kehidupan kita. Tapi ingat, Jerry akan tetap ada di otak kita, di hati kita, dan... Sejarah hidup kita.

Toh, dia juga akan bahagia disana bukan?

Jadi selamat jalan Jerry. Sekali lagi, sampai jumpa di kehidupan selanjutnya.

***

REST IN PEACE


JEREMIA KURNIAWAN

***
Kasih tahu teman kalian tentang cerita ini melalui :